Sejarah Desa Cepagan

Cepagan Adalah sebuah Desa yang memiliki luas wilayah
± 126,25 ha ,yang terdiri dari lahan Pekarangan ± 71,75 ha, Lahan Sawah ± 54,5 ha. Dengan Jumlah Penduduk Pada Tahun 2018 Sebanyak 3.584 Jiwa yang terdiri Laki-laki = 1.841 Jiwa, Perempuan 1743 Jiwa . Desa Cepagan memiliki 5 Perdukuhan, 5 RW, 16 RT, Perdukuhannya yakni, Dukuh Krajan, Dukuh Kebaron, Dukuh Botoan, Dukuh Karangjati, dan Dukuh Cepagan Lor.

Di Desa Cepagan Terdapat 8 Makam, 1 Madin,1 TPQ ,1 Paud, 1 TK, 2 Sekolah Dasar,1 SMP banyak terdapat Potensi Unggulan di Desa ini ,diantaranya Tenun, dengan mengunakan ATBM yang bahan bakunya dari Benang ,Enceng gondok, Akar Wangi, adapun produksi tenun yang dihasilkan berupa: Sorban Pasmina,Sarung, Sajadah, Jilbab, Namun untuk saat ini alat tenun sudah banyak yang menggunakan alat berupa mesin.
Batu Bata, batu bata Cepagan sudah lama di kenal di pelosok Desa bahkan Kota,karna Kwalitasnya, namun kini batu bata sangat minin jumlahnya karena kurangnya bahan baku,
dengan kondisi seperti ini para Wirausaha batu bata banyak yang membeli tanah galian untuk membuat batu bata .

Pertanian,Di bawah Pimpinan Gapoktan ( Gemah Ripah ) Pak Wahyudi (Kasi Kesejahteraan), perlu diketahui bahwa luasan lahan persawahan di desa cepagan kurang lebih 54,25 ha.Persawahan di desa cepagan adalah sawah irigasi dari bendungan Kupang . Produksi padi di desa Cepagan cukup baik berkisar 6 sampai 7 ton per hektar .Pola tanam para petani kebanyakan padi-padi palawija atau padi-padi ( karena di musim kemarau lahan sawah tidak ditanami atau diistirahatkan ) .Sistem tanam padi pada umumnya adalah system tegel walaupun ada system yang lebih menguntungkan yaitu system Jarwo ( jajar legowo ) tetapi para petani enggan menggunakan system ini karena belum terbiasa dan keterbatasan tenaga penanam serta SDMnya .Dengan produksi padi berkisar 6 sampai 7 ton per hektar maka desa Cepagan bisa dikatakan salah satu desa swasembada beras di kecamatan Warungasem kabupaten Batang .(Iwan Riyanto)

 

Facebook Comments